Minggu, 08 Mei 2022

Pantun Nasehat

 

PANTUN NASEHAT

Izatul Laela, S.Si

SMPN 2 Wonorejo

 

Jalan-jalan bersama teman

Banyak kaktus di pinggir pantai

Hidup adalah perjalanan

Kita jalani dengan serius terkadang santai

 

Dari kota pulang ke desa

Pulangnya membawa hadiah

Ketinggalan berita itu biasa

Yang penting tidak keringgalan ibadah

 

Tuhan menciptakan alam  semesta beraneka rupa

Ada bulan juga matahari

Tak perlu jauh mencampuri urusan orang di luar sana

Karena kita punya kehidupan sendiri"

 

Makan cumi katanya banyak kolesterol

Imbangi dengan minum jamu herbal

Kalau bicara harus terkontrol

Agar tidak ada kesalahan fatal

 

Buat tape pakai ragi

Tape dalam wadah belinya di kota

Tak perlu diragukan lagi

Semua milik Allah Dia Maha Pencipta

 

Di Riau lagi musim cumi

Harganya murah hanya 40 ribu saja

Jika ingin disayang suami

Jangan lupa penuhi kesenangannya

 

Buah manggis buah semangka

Banyak dijual di atas papan

Menangis dan tertawa itu biasa

Karena itulah dinamika kehidupan

 

Ke pasar beli ikan

Beli daging juga tanpa gajih

Apa yang kita lakukan

Semoga dicatat sebagai amal shalih

 

Tetanggaku jual gudir

Juga kue aneka rupa

Jika memang itu adalah takdir

Semoga bisa ikhlas menerima

 

 

 

 


Puisi 5 : Ramadhan Kariim

 

RAMADHAN  KARIIM

Izatul Laela, S.Si

SMPN 2 Wonorejo

 

Telah sekian lama rindu ini

Membuncah penuhi rongga dada

Hadirmu…

Bak oase di Gurun Sahara

Kau datang dengan berjuta harapan

Seantero bumi mengelukan

Membawa kalam petunjuk manusia

Pembeda haq dan bathil

 

Setan menjerit terbelenggu

Tak kau ijinkan pintu neraka terbuka

Pintu surga menyapa

Melambai…

Memanggil insan bertaqwa..

 

Kau berikan keberkahan

Satu malam saja

Andai bertemu dengannya

Sang Lailatul Qadr

Malam Seribu bulan

 

Panen raya…

Panen pahala…

Sholat 5 waktu..

Jum’at ke Jum’at..

Ramadhan ke Ramadhan…

Gugurlah segala dosa…

Selama tinggalkan dosa besar…

 

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam qadar.

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

Pada malam itu turun para malaikat

dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya

untuk mengatur semua urusan.

Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." 

 

Kau…istimewa…

Tuhan berikan pahala yang sama

Meski hanya sebutir kurma

Tuk berikan mereka yang berbuka

 

Kau…istimewa…..

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah

baik laki-laki maupun perempuan

dan meminjamkan kepada Allah

pinjaman yang baik,

niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka;

dan bagi mereka pahala yang banyak

 

Tuhan janjikan..

Satu diantara tiga

Doa yang tak tertolak..

Orang yang berpuasa sampai berbuka..

 

Puasa dan Al Quran akan saling berlomba..

 memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat.

Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, ِ

Al Quran juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari,

 maka kami mohon syafaat buat dia.”

Puasa

Dan Al Qur’an

Kelak kan jadi penolong kita

Lewat syafaat mereka.

 

Masihkah …

Adakah kesempatan itu ..

Datang ..

Lagi…

Dan lagi…

Nanti…

Dan nanti…

 

Semesta menunggumu..

Semesta menyambutmu..

 

Ramadhan Kariim..

 

Izatul Laela, S.Si

Lawang, 2 April 2022 (1 Ramadhan 1443 H)

 

Puisi 4 : Sudut Kota

 

SUDUT KOTA

Izatul Laela, S.Si

SMPN 2 Wonorejo

 

Di sudut kota

Tersapu debu jalanan

Lampu-lampu hias semarakkan suasana

Para pengemis berburu receh

Para gelandangan terduduk kelu

Merenungi nasib

Para pengamen teriakkan suara kering

Pedagang asongan menjajakan segenggam harapan

 

Pedagang kaki lima riuh rendah bersautan

Tawarkan sejuta impian

Mengais sejumput rizqi

Rela tinggalkan anak istri

 

Para pekerja berlari

Memburu asa tak terperi

Mahasiswa berjibaku

Dalam nyanyi sunyi

 

Pramuniaga bersolek dengan senyum palsu

Tukang ojek menepi

Terkalahkan dengan ojek aplikasi

Tak bisa dipungkiri

Ini jaman millenial , Bung

Siapa yang tak ikut di dalamnya

Silakan minggir

 

Izatul Laela, S.Si

Lawang, 28 Februari 2022

 

 

 

 

 

 

 

Puisi 3 : Puisi Akrostik

 

PUISI AKROSTIK

Izatul Laela, S.Si

SMPN 2 Wonorejo


I ngin ku terbang ke angkasa

Z ona yang belum pernah aku singgah di sana

A langkah asyiknya aku membayangkan

T erpesona akan ciptaan Dia Yang Maha Agung

U kiran alam maya pada

L embut mengalun..sepoi angin membisikkan kata

 

L uahan rindu ini padaNya

A kankah diri ini sampai pada penghambaan sejati

E nergi tercurah segenap jiwa dan raga

L upakan sejenak segala luka

A ku berharap hanya ridloMu yang menyertai seluruh langkah hidupku..

 

Izatul Laela, S.Si

Wonorejo, 14 Maret 2022

 

Puisi 2 : Semua Tentangnya

 

SEMUA TENTANGNYA

Izatul Laela, S.Si

SMPN 2 Wonorejo

 

Kerlap kerlip bintang di langit

Tak mampu mengalihkan rasa ini

Sinar bulan nan benderang

Tak mampu singkirkan rasa ini

 

Semua tentangnya

Desir angin kian membawa sejuta asa

Berharap kan bersua

Meski lewat mimpi saja

 

Semua tentangnya

Bahkan hanya orang-orang pilihan yang dapat bersua dengannya

Meski hanya lewat mimpi

Akankah daku bagian dari itu?

 

Semua tentangnya

Rambut yang hitam tidak lurus dan tak jua keriting

Terurai hingga ke daun telinga

Jika rambut itu panjang nampak indah tergerai dari bagian tengah kepala hingga ke pundak

Kala tak panjang, ia hanya menggantung di antara pundak dan kepala

 

Semua tentangnya

Jidat yang lebar

Bulu-bulu alis yang lembut,

Oo..alangkah indahnya…

Antara alis yang satu dengan yang lainnya tidak menyambung

Di antara keduanya ada garis urat.

 

 

Semua tentangnya..

Mata hitam nan indah

Bulu mata yang panjang..

Sungguh mempesona

 

Semua tentangnya..

Hidung yang lurus

Tak besar…tak jua berlekuk

Masya Allah…anugerah yang sempurna..

 

Semua tentangnya..

Mulut yang tidak begitu kecil

Gigi yang tertata rapi dan bersih

Karena sering digosok dengan siwak...

Rasanya mabuk kepayang ketika melihatnya tersenyum

Tampaklah gigi-giginya laksana butiran-butiran mutiara..

 

Semua tentangnya..

Jenggot yang hitam.. tebal.. dan panjang serta melingkar..

Sungguh..sangat pas dengan  badan yang berisi..

Tidak kurus..tidak gemuk..

Perut tidak membuncit..

Dada yang rata dengan perutnya.

Dada dan punggung yang bidang,

Di bagian sudut-sudutnya terlihat agak menonjol  yang memberi kesan kuat, keras, dan simetris

 

Semua tentangnya..

Saat bagian dada dan perutnya tersingkap

Terlihat kulit yang berwarna putih mengkilap..

Hoo..hooo…Ada sedikit bulu-bulu lembut di dada bagian atasnya dan perutnya..

Ada pula di bagian dua pundaknya tumbuh bulu-bulu dan ada sedikit bulu lembut yang tumbuh tegak lurus serta menyambung dari bagian atas dadanya hingga ke pusarnya.

 

Semua tentangnya..

Bahkan ketika Ukasyah meminta qishash atas apa yang pernah dilakukannya dulu..

Saat cambuk diberikan..

Ukasyah memintanya untuk melepas bajunya

Tiba-tiba, 'Ukasyah melepaskan cambuk itu dan segera memeluknya..

Mencium tubuhnya..

"Aku ingin memeluk engkau, Rasulullah, sehingga kulitku menyentuh kulitmu.

Sungguh sebuah kemuliaan bagiku bila bisa melakukannya,"

'Ukasyah tergugu sambil berderai air mata.

Para sahabat yang tadinya gelisah..

Ikut dalam keharuan.

Mereka memahami maksud 'Ukasyah yang semata-mata ingin memeluk erat sang insan yang paling mulia itu.

Semua tentangnya..

Manusia mulia sepanjang zaman..

Akankah aku bisa bertemu dengannya meski lewat mimpi..?

Tunggu aku..

Tunggu kami..

Untuk bersama-sama menjadi penghuni syurga yang dijanjikanNya bagi orang-orang yang menghidupkan Sunnahnya..

Bagi orang yang yang mendapatkan syafaatnya.

Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidina Muhammad

 

Izatul Laela, S.Si

Lawang, 27 Februari 2022

 

Puisi 1 : Dalam Diam

 

DALAM DIAM

Izatul Laela, S.Si

SMPN 2 Wonorejo

 

Dalam diam perlahan kueja namamu

Renjana mengantarkan aku di ufuk penantian

 

Dalam diam kudengar gemericik air..lirih..tik..tik..tik

Tak nampak gemintang di  jumantara..

Dirgantara mendendangkan elegi

 

Malam yang semakin pekat

Gulita..

Cakrawala membisu..

Bumantara tercekat..

Sanubari merintih pilu..

 

Dalam diam

Kudengar alunan melodi mengusik

Membawa sepercik asa

Seindah simfoni mengalun

Seindah sandyakala

 

Dalam diam

Ingin kupersembehkan lazuardi

Meski itu sebuah lengkara

Biarlah..aku ingin tetap meraki.

Tunggu aku di puncak Nirwana

 

Izatul Laela, S.Si

Lawang, 26 Februari 2022

 

 

Senin, 02 Mei 2022

Jurnal Refleksi : Sebuah Coretan Kelahiran Anak Manusia

 Jurnal Refleksi : Sebuah Coretan Kelahiran Anak Manusia

Izatul Laela, S.Si

SMPN 2 Wonorejo

 

Masa silam adalah kenangan, masa kini adalah kenyataan, dan masa depan adalah harapan.


Qadarullah...

Bukan sebuah kebetulan bila hari ini merupakan hari yang sangat istimewa bagiku. Peringatan hari lahirku bertepatan dengan hari nan fitri. Iedul Fitri , 1 Syawal 1443 H.


Ya Allah terima kasih atas kehidupan yang masih kau beri sampai saat ini, semoga hamba bisa menjadi manusia yang selalu mengingat Mu dalam angka usia yang baru bertambah ini, dan berkurangnya kesempatan hidup di dunia ini."


Meski tertatih...terseok langkah ini menjalani taqdirMu..sampai detik ini aku masih bertahan..menopang segala lara yang datang silih berganti.


Tak ada pilihan..

Hidup harus terus berjalan..


Sesiapa...yang pernah menitipkan asa..

Lalu menorehkan luka..

Biarlah..

Ada ataupun tiada..

Biarlah waktu yang kan menjawabnya..


Maka biarkan aku..

Mencari jati diriku sebagai seorang hamba..


Wahai diri...

Dari manakah kiranya diri ini berasal...


Apakah dari keturunan kera..

Seperti dalam buku yang pernah kupelajari.. ‘On the Origin of Species by Means of Natural Selection

Atau The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life’


Kubaca lagi..

Lembar demi lembar dalam kitab suciku..

Ketika Allah mulai membuat “cerita” tentang asal-usul manusia, Malaikat Jibril seolah khawatir karena takut manusia akan berbuat kerusakan di muka bumi..

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat;”sesungguhnya Aku akan menciptakan seseorang dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk,maka apabila aku telah menyempurnakan kejadianya,dan telah meniupkan kedalamnya ruh ciptanKu maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”(QS AlHijr:28-29)


Kutemukan jawaban itu...

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik,"(QS AlMukminun:12-14)


Wahai diri...

Mengapa diri ini ada...untuk apa...

Kueja lagi lembaran-lembaran petunjuk hidup itu...


”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku”(QS Adzariyat:54) 


Ya Allah...

Engkau ciptakan kami (manusia) dengan kekuasaanMu dan keMahaDahsyatanMu

Sungguh membuat kami tidak ada pilihan selain dari mengabdi...

Dan melakukan apa yang Engkau inginkan...

Bahkan ketika kami memilih untuk tidak taat  dan patuh...

Sungguh kamilah yang akan merugi... 


“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al Baqarah:30)


Sejatinya..kami adalah pemimpin di muka bumi...

Namun..sudah terwujudkah...?

Sedangkan para Malaikat pun meragukan itu...


Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(QS AlQashash:77) 


Kenyataan yang terjadi...

Banyak terjadi kerusakan di muka bumiMu

Rabbi..ampuni kami...


“Dan Syu’aib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan”. (QS. Hud  : 85)


Tapi diantara kami banyak yang abai dengan nilai keadilan...serta lemah untuk menegakannya..

Ya Ilahi...Rabbighfirlii...


Tuhan...

Kami tahu bahwa dunia ini sementara...tapi kami seringkali lalai dengan kehidupan akhirat yang abadi...


“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamuberada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu” (QS Al Baqarah : 148)


Kami pun tahu Ya Rabb..

Bahwa kebaikan akan dibalas dengan kebaikan...

Begitupun keburukan akan dibalas dengan keburukan.. 


“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS An Nahl : 97)


Wahai diri...

Jangan anggap dunia ini segalnya. 

Jangan..!

Ada hidup sesudah mati. 

“Semua yang ada di muka bumi ini akan hancur-binasa. Dan yang kekal hanya wajah Tuhanmu, yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.” (QS: Al-Raḥmān [55]: 26-27).


Ya Allah...

Kami berlindung padaMu dari pedihnya siksa neraka...


 “Dan mereka (penghuni neraka) berteriak-teriak di dalam neraka sembari berkata, ‘Hai Tuhan kami, keluarkan kami dari neraka ini agar kami beramal selain amal-amal (kejelekan) yang sudah kami kerjakan.” (QS. Fāṭir [35]: 37).


 ‘Dan jika engkau menyaksikan ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, ‘Kiranya kami dikembalikan ke dunia dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman…” (QS. Al-An’ām [6]: 27).


Sungguh indah nasehat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam kepada ‘Abdullāh ibn ‘Umar ibn al-Khaṭṭāb,

 “Hiduplah di dunia ini laksana orang asing atau seorang musafir yang hanya mampir.”


Lawang, My Birthday, May 2nd 2022